22 Juni 2022

PGP-4-Kabupaten Ogan Komering Ilir-Ibnu Anwar-3.3-Aksi Nyata.

 3.3.a.10 Aksi Nyata Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid 


Nama CGP : Ibnu Anwar

Asal : SD N 1 Mulyaguna


Facts (Peritiwa)

Latar Belakang

Aksi nyata 3.3 ini dilaksanakan berdasarkan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Melalui filosofi dan metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, kita harus secara sadar dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, saat kita merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya menjadi pertimbangan utama. Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita dapat menempatkan murid dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan program/kegiatan pembelajaran tersebut?

Kita semua tentu sepakat bahwa murid-murid kita dapat melakukan lebih dari sekedar menerima instruksi dari guru. Mereka secara natural adalah seorang pengamat, penjelajah, penanya, yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai hal. Lewat rasa ingin tahu serta interaksi dan pengalaman mereka dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya, mereka kemudian membangun sendiri pemahaman tentang diri mereka, orang lain, lingkungan sekitar, maupun dunia yang lebih luas. Dengan kata lain, murid-murid kita sebenarnya memiliki kemampuan atau kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri. Namun, terkadang guru atau orang dewasa memperlakukan murid-murid seolah-olah mereka tidak mampu membuat keputusan, pilihan atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka. Kadang-kadang kita bahkan tanpa sadar membiarkan murid-murid kita secara sengaja menjadi tidak berdaya (learned helplessness), dengan secara sepihak memutuskan semua yang harus murid pelajari dan bagaimana mereka mempelajarinya, tanpa melibatkan peran serta mereka dalam proses pengambilan keputusan tersebut. 

Program akhir yang bisa saya laksanakan di lingkungan pengaruh adalah pelepasan murid kelas enam. Selain itu tugas guru kelas enam tinggal menyelesaikan laporan belajar. Kegiatan pelepasan kelas enam berdasarkan tradisi ada dua jenis kegiatan ko-kurikuler yaitu wisata (jalan-jalan), dan pentas seni. Terakhir kali diprogramkan dua tahun lalu, diskusi tidak ada kata sepakat. Karena penawaran ke orang tua murid pada tahun pelajaran 2019/2020 tidak ada mufakat. Akhirnya kegiatan pelepasan kelas enam ditiadakan.

Pada tahun pelajaran 2021/2022 sebagai guru penggerak, saya mulai membangun komunitas orang tua murid. Kegiatan ini masih berupa hal baru sehingga penuh tantangan. Berbekal pengalaman saya di sekolah lama, saya beruntung bisa menjalankan peran pendidikan keluarga di sekolah. Intinya adalah penguatan tripusat pendidikan. Kunci keberhasilannya adalah adanya pelibatan orang tua murid dalam penyusunan program sekolah. Baik itu program akademik maupun non akademik seperti keuangan dan kegiatan pengembangan bakat dan minat pada program ekstrakurikuler.

Langkah yang saya lakukan di SD N 1 Mulyaguna adalah pembentukan paguyuban kelas. Selanjutnya saya menguatkan komite sekolah melalui pembentukan kelengkapan struktur manajemen komite sekolah. Peran orang tua dan komite sekolah di sekolah saya yang lama sangat membantu ketika dana bos belum cair bahkan kurang bisa menyokong program sekolah. Karena itu di SD N 1 Mulyaguna, pengalaman itu saya terapkan. Mulai dari persiapan kegiatan forum DAS dan Icraf. Saya sempat pusing dan pesimis karena adanya kekhawatiran gangguan dari lsm dan wartawan. Memang kegiatan sekolah di Kabupaten OKI sering ditakut-takuti masalah hukum. Menurut saya, kita punya buku pedoman BOS asalkan kegiatan sekolah disosialisasikan dan dilaksanakan sesuai aturan BOS, tidak perlu takut. Pada masa melek digital yang perlu kita pegang adalah integritas akhlak.

Musyawarah persiapan kegiatan forum DAS dan Icraf berhasil. Tiga aturan sumbangan orang tua dalam pedoman BOS berhasil diterima orang tua. Buktinya adanya sumbangan dana dan barang berupa cat. Kesimpulannya kepemilikan orang tua terhadap sekolah ada dan perlu ditingkatkan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan pengambilan keputusan persiapan kegiatan Forum DAS dan Icraf. Saya optimis kegiatan pelepasan kelas enam juga berhasil dilaksanakan. Adapun masalah yang saya hadapi adalah:

Bagaimana cara menerapkan voice, choice, dan ownership pada kegiatan pelepasan kelas enam? Melalui kolaborasi dengan teman sejawat, saya menggunakan instrumen surat persetujuan kegiatan. Sebelum instrumen saya edarkan, murid kelas 6A dan 6B terbagi dalam dua kelompok. Pertama kelompok mendukung kegiatan wisata, kelompok kedua menginginkan kegiatan pentas seni. Ini merupakan bentuk voice (suara) murid. Setelah instrumen saya edarkan, hasilnya adalah dari 41 murid, 36 orang tua mendukung, 3 menolak, 2 belum dikembalikan.

Kesepakatan saya dengan teman sejawat dan ijin dari kepala sekolah, saya tetap melaksanakan kegiatan pentas seni. Kegiatan kami selanjutnya adalah musyawarah bersama orang tua murid. Sempat pesimis karena awalnya orang tua yang datang setsngah dari jumlah murid. Alhamdulillah ketika musyawarah kita laksanakan, hampir semua orang tua murid datang. Saya memimpin musyawarah pemilihan jenis kegiatan pelepasan murid kelas enam dan pembentuan panitia dari orang tua murid. Melaui pengambilan suara terbanyak, orang tua murid memilih pentas seni. Suara murid menurut saya terwakili karena mayoritas murid juga memilih pentas seni.

Dokumentasi CGP Memimpin Rapat

Pada tahapan ini, saya telah berhasil melaksanakan alur bagja sampai alur jabarkan rencana. Langkah selanjutnya adalah atur eksekusi. Alur bagja terakhir ini saya laksanakan dengan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pelaksanaan kegiatan kepada orang tua murid. Hal ini saya laksanakan agar oknum wartawan dan lsm menggunakan delik sekolah memaksakan kegiatan. Sesuai buku pedoman BOS dan buku manajemen sekolah tentang peran serta orang tua murid, peran orang tua melalui paguyuban kelas dan komite sekolah adalah sejajar dengan pihak sekolah. 

 

Dokumentasi Rapat Dipimpin Orang Tua Murid

Manfaat Program

Orang tua murid memiliki peran sebagai mitra penguat dan pendukung pelaksanaan program sekolah. Melalui pelibatan orang tua murid, menurut saya ada beberapa manfaat kita peroleh, antara lain:

  1. Murid merasa bangga karena suara murid didukung orang tuanya
  2. Kerjasama orang tua murid dan pihak sekolah semakin kuat
  3. Pelaksanaan program sekolah menjadi lebih ringan dan terarah

FEELINGS (PERASAAN)

        Setelah melakukan aksi nyata modul 3.3 Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid, saya merasa bahagia karena semua pihak semakin kompak dalam semangat kekeluargaan. Pilihan (choice) murid ketika diberikan pilihan tugas pengisi acara sangat antusias. Tidak ada terlontar kata " tidak mau". Bahkan murid-murid langsung berlatih serius difasilitasi oleh guru. Plong saya rasakan ketika guru antusias memberikan bimbingan. Rasa memiliki (ownership) tampak ketika setiap hari murid berlatih dibimbing teman sejawat. Tanpa saya harus bersusah-susah meminta, melalui bantuan teman sejawat, kegiatan latihan terlaksana dengan baik. Perasaan tambah bahagia ketika dukungan dana dari orang tua hampir 100%. Saya selalu mengingatkan bahwa sumbangan orang tua tidak boleh memaksa kalau bisa malah subsidi silang. Alhamdulillah ada orang tua yang menyumbang makanan ringan dan membantu sound system.

Dokumentasi Foto Orang Tua Mempersiapkan Tempat Pentas Seni

FINDINGS (PEMBELAJARAN)

Selalu ada kemudahan dari setiap kesulitan. Potongan ayat suci Al Quran ini pas untuk menggambarkan pembelajaran yang saya dapatkan setelah melaksanakan program. Program pelepasan kelas enam melalui pentas seni sukses berkat komunikasi dan dukungan dari tri pusat pendidikan. Tanpa adanya orang tua murid dibalik layar menggalang sumbangan, tidak mungkin dana terkumpul dan bantuan makanan dan sound system terwujud. Tanpa adanya teman sejawat guru yang tiap hari melatih murid, daya lenting murid tidak tercapai. Tanpa adanya sosialisasi kegiatan dan pelibatn orang tua murid, cgp tidak akan mampu melaksanakan sendiri. Karena pada saat bersamaan tugas-tugas sekolah merekap nilai rapot dan nilai ujian, tugas lms guru penggerak yang mendekati waktu akhir pengiriman. Pembelajaran lainnya penguatan komunitas ekosistem sekolah harus diperkuat untuk membangun sekolah secara gotong royong.

Dokumentasi Dukungan Orang Tua Pada Kegiatan Pensi

FUTURE (PERUBAHAN)

Kegiatan pentas seni merupakan bagian penting dari perubahan cara pandang sekolah terhadap orang tua murid. Orang tua murid merupakan mitra stategis yang kedudukannya sejajar dengan sekolah. Melalui peran paguyuban kelas dan komite sekolah yang berperan aktif memberikan saran dan dukungan terhadap sekolah, hambatan sekolah dalam melaksanakan program seperti pengecatan kelas dan pentas seni memperoleh solusi. Sebagai CGP saya akan mendorong peran serta orang tua dalam perancangan program sekolah, perancangan anggaran sekolah, dan pelibatan orang tua sebagai mitra sekolah dalam pelaksanaan program sekolah. Kunci kesuksesan suatu program adalah perencanaan, sosialisasi, dan keterbukaan diimbangi dengan pelayanan prima. Sesuai dengan nasehat Pak Ustad pada kegiatan pentas seni, guru tanpa murid tidak bisa melaksanakan tupoksinya, murid tanpa guru pendidikan tidak terarah, dan guru tanpa dukungan orang tua murid tidak akan bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

Konsep tripusat pendidikan harus dilaksanakan secara utuh. Pada tahun pelajaran yang akan datang cgp mempunyai tugas tindak lanjut selama satu tahun. Saya belajar dari pengalaman bahwa sosialisasi program yang baik akan menguatkan peran tujuh aset utama di sekolah, yaitu manusia, sosial, fisik, lingkungan, finansial, politik, agama dan budaya. Pelaksanaan manajemen inkuiri apresiatif bagja harus dibiasakan. Program harus ditulis, dikoordinasi dalam musyawarah, dibuat manajemen resikonya, dan dilakukan monitoring evaluasi. Sebagai guru kita harus mendokumentasikan praktik baik yang kita laksanakan agar bisa jadi bahan pertimbangan kegiatan serupa pada tahun berikutnya. Sebagai CGP saya tidak akan bisa melaksanakan aksi nyata tanpa pihak-pihak yang berperan di balik layar. Karena itu komunitas sekolah dan komunitas 

orang tua akan selalu saya perkuat melalui sosialisasi program sekolah di media sosial sekolah.

Dokumentasi Dukungan Sekolah Terhadap Murid Berprestasi

Dokumentasi Video Aksi Nyata:

Link Dokumen Bagja

https://youtu.be/ej1pH-W92HE 

Link pelaksanaan program

https://youtu.be/QZYbkcxwT34





Tidak ada komentar: