14 April 2022

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

LATAR BELAKANG

  Seperti kita ketahui, Mendikbudristek telah meluncurkan kurikulum merdeka. Esensi dari kurikulum ini adalah prifil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Pada Bab II tentang visi misi kementerian dijelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung visi dan misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

   Lalu bagaimana menerapkan profil pelajar Pancasila di sekolah? Penerapan profil pelajar Pancasila terintegrasi dalam pembelajaran baik pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Sebelumnya kita mengenal penguatan pendidikan karakter melalui permendikbud nomor 20 Tahun 2008 tentang penguatan pendidikan karakter (PPK). PPK bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran baik kokurikuler, intrakurikuler, dan ekstrakurikuler. Profil pelajar Pancasila merupakan pengutan dari pelaksanaan PPK yang lebih spesifik penerapannya sebagai rencana strategis kementerian dan dikemas dalam kurikulum prototype yang kita kenal dengan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka ini merupakan paket komplit kurikulum, karena penerapan nya di kemas secara apik, komprehensif dari keresahan guru dalam melaksanakan kurikulum satuan pendidikan. Karenaa kurikulum merdeka memberikan panduan kepada guru dalam menerapkan praktik penguatan profil pelajar Pancasila melalui apps merdeka mengajar. Paket komplit karena permendikbud-permendikbud nawacita tentang pelarangan tindakan kekerasan, larangan kawasan merokok, penerapan sekolah ramah anak dijadikan satu dalam modul budaya positif.

Inti dari modul budaya positif ini adalah menggerakkan siswa agar muncul kebiasaan baik dari dalam dirinya (intrinsik). Budaya positif memberikan keadilan kepada siswa yang memerlukan bimbingan melalui restitusi dan praktik segitiga restitusi. Kesadaran dari dalam diri tidak lagi dikekang dalam bentuk tata tertib yang bersifat memaksa maupun pembiasaan hadiah dan predikat untuk mengajak anak mematuhi tata tertib.

Budaya positif menurut Dr. Willian Glasser teentang teori stimulus kontrol memberikan gambaran bahwa kita selama ini misskonsepsi bahwa guru mengontrol murid, bahwa semua penguatan positif efektif dan bermanfaat, bahwa kritik membuat semua orang merasa bersalah dapat menguatkan karakter, bahwa orang dewasa memiliki hak untuk memaksa. Kesimpulannya stimulus respon bisa berdampak jangka panjang jika mampu menggerakkan perubahan secara intrinsik.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, aksi nyata modul 1.4 budaya positif bertujuan untuk menyampaikan pembelajaran dari penerapan konsep inti dari modul budaya positif. Oleh karena itu aksi nyata dilaksanakan dalam bentuk praktik baik sosialisasi modul budaya positif, praktik baik pembuatan kesepakatan kelas, keyakinan kelas, dan praktik segitiga restitusi di kelas maupun di sekolah..

B. TUJUAN

Tujuan dari modul 1.4 budaya positif adalah :

  • Memahami konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dihubungkan dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah yang berpihak pada murid. 
  • Melakukan evaluasi dan refleksi tentang praktik disiplin dalam pendidikan Indonesia secara umum untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai konsep disiplin positif untuk menciptakan murid dengan profil pelajar Pancasila.
  • Memahami peran sebagai guru untuk membangun budaya positif  dengan menerapkan konsep disiplin positif dalam berinteraksi dengan murid.

 

C. DESKRIPSI AKSI NYATA

 Aksi nyata dari modul 1.4 sesuai LMS adalah sosialisasi modul 1.4 tentang budaya positif. Selain itu tentunya adalah praktik baik pelaksanaan budaya positif dalam pembelajaran seperti:

1. Sosialisasi modul 1.4 budaya positif kepada rekan sejawat Berikut tautan aksi nyatanya : https://www.youtube.com/watch?v=di-Tev18W1M

2. Praktik segitiga restitusi Berikut tautannya: https://www.youtube.com/watch?v=iFWhfm2r2Us

3. Pembuatan kesepakatan kelas dan keyakinan kelas

    Berikut bukti aksi nyatanya:

 

                                          Gambar Kesepakatan Kelas
                                            Gambar Keyakinan Kelas

4. Pelaksanaan budaya positif di kelas dan di sekolah

Berikut tautannya: https://www.youtube.com/watch?v=D5X6jDnmoc0

 

D. TOLOK UKUR KEBERHASILAN

Tolok ukur dari keberhasilan aksi nyata modul 1.4 tentang budaya positif adalah sebagai berikut:

1. Rekan guru memahami dan mau menrapkan praktik budaya positif dalam pembelajaran

2. Kepala Sekolah memberikan penguatan untuk mengurangi praktih hukuman dan imbalan diganti dengan praktik restitusi dalam membiasakan budaya positif

3. Tidak adanya pembulian dan tindakan kekerasan lain di sekolah

4. Siswa memahami dan mau melaksanakan keyakinan kelas

 

 E. HASIL AKSI NYATA 1.4

Hasil dari aksi nyata 1.4  tentang budaya positif adalah penerapan budaya positif oleh CGP, rekan sejawat, dan orang tua di rumah. Hasil aksi nyata yang lain adalah anak tanpa paksaan dan imbalan sadar secara intrinsik untuk mematuhi keyakinan kelas, melaksanakan budaya positif di sekolah.

 

F. REFLEKSI AKSI NYATA

Kegiatan perubahan yang kita lakukan belum tentu langsung menarik perhatian dan simpati teman sejawat. Kadangkala dukungan yang diberikan merupakan dukungan yang tidak penuh. Oleh karena itu kita harus selalu bersemangat dan memulai segala sesuatu diniati dengan ibadah. Seperti kegiatan aksi nyata 1.4 yang saya lakukan, kegiatan sosialisasi hal baik di sekolah lama saya yaitu di Kota Semarang langsung direspon positif karena budaya di sekolah lama salah adalah budaya menerima perubahan. Sedangkan budaya di sekolah saya sekarang belum menerima perubahan dan hal baik yang bersifat baru. Sebagai agen perubahan kita tidak perlu khawatir, cara-cara persuasif dengan menjadi contoh baik akan menarik perhatian orang-orang disekitar kita. Apabila pemangku kepentingan kurang mendukung. Kita bisa mengidentifikasi teman yang bisa kita ajak maju bersama dalam sebuah komunitas praktisi untuk memberikan perubahan. Karena perubahan harus kita mulai dari diri sendiri, hal terkecil, dan mulai dari sekarang. Perubahan harus kita mulai dari kelas kita, maka teman sejawatb akan memperhatikan perubahan yang kita lakukan.

Perubahan di kelas kita dapat dimulai dengan membuat kesepakatan kelas, kemudian keyakinan kelas, dan praktik segitiga restitusi. Apabila ketiga hal ini berhasil kita laksanakan, secara perlahan teman-teman sejawat kita akan mengikuti perubahan yang kita lakukan. Ketika melakukan sosialisasi aksi nyata, kita harus mengambil dokumentasi diri dan dokumentasi peserta sambil memberikan contoh-contoh hal baik yang sudah kita laksanakan di kelas.

                               Gambar Daftar Hadir Sosialisasi Modul 1.4


Tidak ada komentar: